UPAYA MEMINIMALKAN NETRON PADA PINTU RUANG LINAC 10 MV

PENDAHULUAN

 Setelah kita mengetahui bahwa Linac 10 MV sudah memunculkan netron dengan dilihat dari segi desain Linac, dari data vendor Linac yang sudah mengeluarkan nilai kuat sumber netron (Qn) pada 10 MV, dan pada rekomendasi NCRP 151 juga diberikan cara menghitung netron pada ruang utama, pada labirin dan pada pintu. Selanjutnya yang dibutuhkan adalah upaya untuk meminimalkan kehadiran netron pada Linac 10 MV.

Pada saat melakukan pengukuran paparan radiasi di pintu Linac, silakan diperhatikan hasil pengukurannya. Lakukan beberapa kondisi pengukuran, yaitu dengan fantom dan tanpa fantom atau kolimator dibuka penuh dan kolimator ditutup. Kemudian bandingkan hasilnya. Jika hasil dosis ekivalen foton yang terukur di luar pintu mengalami sedikit perubahan (dengan kecenderungan stabil) dengan berbagai kondisi pengukuran ketika kolimasi yang awalnya terbuka maksimum kemudian ditutup atau ketika fantom penghambur dipindah dari berkas utama. Maka, kejadian tersebut menunjukkan bahwa radiasi yang berkontribusi untuk desain pintu didominasi oleh fotonetron dan foton gamma hasil tangkapan netron. Sehingga untuk mendesain pintu ruang radiasi Linac tersebut harus mempertimbangkan kedua komponen itu.

Sebagaimana diketahui bahwa netron pada Linac 10 MV ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap disain labirin (maze) dan pintu. Nilai dosis ekivalen dari fotonetron dan gamma hasil tangkapan netron sangat dipengaruhi oleh ukuran utama ruang Linac, ukuran bukaan labirin, lebar dan panjang lorong labirin, dan jumlah belokan (bend) labirin.

UPAYA MEMINIMALKAN NETRON

Perhitungan netron pada Linac 10 MV membutuhkan data yang tidak mudah, terutama data Qn kuat sumber netron ataupun Ho dosis netron pada isosenter. Namun ternyata, nilai-nilai itu sudah mulai diperoleh pada NCRP 151 dan literatur lain yang memberikan updating data terkait Qn dan Ho.

Berikut ini adalah beberapa persamaan yang digunakan untuk menghitung besarnya netron dan foton hasil tangkapan netron denga materi dinding ruang Linac:



Dari beberapa persamaan di atas, dapat diketahui parameter yang mempengaruhi besarnya netron yaitu jarak d1, jarak d2, luasan ruang radiasi Sr, lebar labirin awal (S0), dan lebar lorong labirin (S1).



Telah dilakukan perhitungan dengan memvariasikan panjang d1 kemudian dilihat perubahan nilai dosis ekivalen netron (Hn) dan foton hasil tangkapan netron (Hcg). Perubahan yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel berikut ini.



Pada Tabel 1 diketahui bahwa semakin panjang jarak d1 atau jarak dari isosenter ke titik tengah labirin diperoleh nilai Hcg dan Hn semakin berkurang. Perubahan nilai Hcg dan Hn (pada Gambar 2) mulai agak stabil setelah jarak d1 mencapai 7 meter. Meskipun pada panjang 5 meter sudah menunjukkan tanda-tanda kestabilan. Sehingga dapat diambil simpulan bahwa panjang d1 untuk desain ruang Linac 10 MV adalah 7 meter.



Pada Tabel 2 dapat diketahui bahwa semakin panjang jarak d2 atau lorong labirin maka nilai Hcg dan Hn semakin berkurang. Perubahan nilai Hcg dan Hn (pada Gambar 3) mulai agak stabil setelah jarak d2 mencapai 7 meter. Sehingga dapat diambil simpulan bahwa panjang d2 untuk desain ruang Linac 10 MV adalah 7 meter.



Pada Tabel 3 diperoleh informasi bahwa lebar labirin memiliki signifikansi dengan dosis Hn. Semakin lebar bukaan dan lorong labirin maka semakin besar dosis Hn. Sesuai dengan hasil pada Tabel 3 tersebut, lebar labirin direkomendasikan maksimal 2 meter.

Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi besarnya netron di labirin dan pintu yaitu desain labirin dengan 1 belokan (bend) atau lebih. Pada desain labirin yang konvensional, umumnya memiliki satu belokan (bend). Sedangkan untuk meminimalkan adanya fotonetron dan foton gamma hasil tangkapan netron, direkomendasikan menambah lekukan/belokan labirin (Gambar 4).

Hal ini dapat ditemukan pada buku Patton H. MicGinley (2002) dan NCRP Report No. 151 (2005) bahwa dengan menambah belokan labirin maka dosis netron akan berkurang dengan faktor 3 (tiga). Sehingga persamaan Hn dimodifikasi menjadi:



Dengan nilai d2 adalah jumlahan dari panjang d2 + d3 atau panjang titik A – C –D atau A – B’ – C atau A – B – C (pada Gambar 4).



Dengan mendesain labirin memiliki lebih dari 1 belokan merupakan upaya paling signifikan mengurangi dosis netron hingga 1/3 sehingga kemungkinan terdeteksinya netron menjadi kecil atau bahkan tidak terdeteksi lagi. Hal ini sangat berguna untuk mengantisipasi perlunya penahan radiasi netron yang belum umum digunakan di Indonesia, seperti BPE.

KESIMPULAN

Ada beberapa upaya untuk mengurangi dosis netron pada pintu ruang Linac 10 MV, yaitu:

  1. Mendesain jarak antara target ke bagian tengah labirin titik A (d1) minimal 7 meter
  2. Mendesain panjang labirin dari titik tengah A ke pintu (d2) minimal 7 meter
  3. Lebar lorong labirin maksimal 2 meter dengan ketinggian lorong standar
  4. Mendesain labirin lebih dari 1 belokan (bend)


Upaya nomor 1, 2, dan 3 di atas masih memungkinkan adanya netron yang terdeteksi pada pintu sehingga perlu desain penahan netron, tetapi dengan ditambah upaya nomor 4, diperkirakan netron sudah tidak terdeteksi lagi sehingga pintu tidak perlu penahan netron.

PUSTAKA

- Patton H. MicGinley (2002)
- NCRP Report No. 151 (2005)

LihatTutupKomentar